MENUNGGU…,

wait 3

Seperti kebanyakan orang berpendapat, bahwa menunggu adalah hal yang menjemukan.
Atau coba kita bertanya kepada seseorang: hal apakah yang paling tidak disukai?
Banyak orang akan menjawab MENUNGGU.,
Menunggu benar-benar terasa menjemukan memang, jika selama ini kita hanya menjadi orang yang ditunggu. Untuk janjian di suatu tempat misalnya, kita akan merasa sangat bosan, sumpek, bahkan ingin segera pergi jika seseorang yang kita tunggu tak juga terlihat batang hidungnya. Padahal waktu janjian sudah lebih dari 30 menit. Mungkin pada 5 menit pertama kita masih bisa menikmati lingkungan sekitar , 5 menit kedua masih bisa berdiri kesana kemari, 5 menit ketiga masih bisa ketak-ketik HP entah sms orang yang kita tunggu atau setidaknya buka-buka file pesan atau kontak-kontak yang ada di HP. Menit selanjutnya sudah pengin lari dan pulang saja meninggalkan tempat kita menunggu.
Berbeda jika saat kita menunggu kita membawa barang-barang yang kita sukai. Buku misalnya, novel bagi yang suka novel, atau untuk saat ini bisa menggunakan alat elektronik dengan smartphone yang meraja lela, jadi ebook bisa digunakan sebagai hiburan saat mengusir kejenuhan.
Atau yang suka melukis, bisa bawa kertas gambar, coret sana coret sini barangkali bisa jadi 1 karya luar biasa.
Untuk yang suka nulis, menunggu juga jadi hal yang menyenangkan. karena semakin lama menunggu, ide-ide juga akan banyak berdatangan.
Untuk yang punya banyak tugas (mahasiswa, guru, dosen, dll) bisa langsung buka-buka tugas dan mulai mengerjakan. Kalaupun yang ditunggu tidak datang, setidaknya tugas kita sudah terselesaikan.
Berbeda lagi saat kita menunggu berubanya lampu lalulintas dari warna merah ke warna hijau. Apalagi jika kita berada di kota besar, pasti terasa menjemukan menunggu berubahnya angka 150 ke angka 0. Saya pribadi ketika berhenti di lampu merah saya lebih senang untuk melihat-lihat keadaan sekitar. Mungkin kita bisa menikmati para pegiat seni yang ada di jalanan (pengamen), atau jalanan di depan kita apakah rusak atau tidak, atau melihat pohon-pohonan, tumbuh-tumbuhan di depan mata barangkali ada ulat yang bisa kita lihat. Aktivitas tidak penting memang, tetapi saya merasa hal itu lebih nyaman dari pada saya hanya harus melihat angka lampu lalulintas yang terasa berjalan pelan-pelan.
Dan ada yang lebih utama lagi, menunggu tapi berpahala. Yaitu menunggu sambil buka mushaf lalu di baca. Tentunya kemana-kemana perlu menjaga wudhunya.,
Apapun itu, semua membutuhkan hati yang legowo (menerima)saat kita sedang menunggu, sehingga menunggu menjadi hal yang menyenangkan bahkan menjadi waktu menyelesaikan karya pribadi.
Karena saat menunggu kita memiliki banyak pilihan aktivitas untuk kita manfaatkan, maka pilihlah yang menyenangkan bagi kita sehingga menunggu tidak lagi menjadi hal yang menjemukan.,

Jadi selamat bersabar bagi siapa saja yang sedang menunggu di sana.menunggu siapapun dan apapun itu.,

karena semua kehidupan akan ada matinya, maka menunggupun pasti akan bertemu dengan akhirnya…,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s