Oleh-oleh Mr Munif Chatib “ Menjadi Orang Tuanya Manusia”

Pernah dengar nama Mr. Munif Chatib, bagi yang berkecimpung di dunia pendidikan pasti pernah mendengar nama beliau. Beliau adah salah satu pakar pendidikan berbasis Multiple Intellligences (kecerdasan ganda/majemuk).
Beberapa hari yang lalu saya pergi bersama teman-teman guru ke sebuah Seminar Motivasional. Meskipun seminar tersebut bertemakan “menjadi orang tuanya manusia” , tidak memadamkan niatan kami untuk ikut acara tersebut. Yah, meskipun masih singgle, kami-kami ini kan juga orang tuanya anak-anak di sekolah. Jadi tak ada ruginya kami mengambil ilmu dari seminar parenting ini.
Sebenarnya sudah sejak satu tahun yang lalu saya gemar membaca buku karya Mr Munif, tetapi tetap saja saya merasa takjub ketika mendengar penuturan Mr. Munif bahwa setiap anak adalah bintang, dan apapun yang ada pada diri anak semuanya adalah kelebihan. Dan sungguh, semua anak dalam teori Multiple intelligences adalah cerdas. Karena menurut paman Howard Gardner yang me re-definisikan arti kecerdasan –KECERDASAN adalah KEBIASAAN, perilaku yang diulang-ulang -.
Dan tahukah bahwa kecerdasan itu tidak ada hubungannya dengan hasil angka?.
Seperti yang sering kita dengar, atau bahkan sering kita ucapkan “ Si A pinter ya, Matematikanya selalu 90”, atau orang tua yang selalu memarahi anaknya ketika pembagian raport tiba “nak, kenapa nilai matematikamu/ipa kamu selalu merah” (padahal bisa jadi nilai mapel lain jauh lebih baik).
ah…jangan2 kita selama ini menjadi orang tua yang selalu berkonsentrasi pada kekurangan anak.
Contoh lain , Seorang anak dengan hasil belajar menggambar 95 namun sains/matematika selalu di bawah KKM. Apa kira2 yang akan dilakukan orang tua?. Bisa ditebak, sebagian dari orang tua pasti akan mendaftarkan anaknya untuk les sains/matematika. Betul begitu?
Nah ini dia yang disebut mengubur potensi, dan memaksakan persepsi. Mungkin menurut orang tua anaknya akan disebut cerdas jika nilai sainsnya bagus, namun ia lupa bahwa sebetulnya anaknya sudah memiliki kecerdasan, yaitu cerdas gambar atau Inteligensi ruang-visual (Spatial intelligence ). Alhasil biasanya anak tetap mengalami kesulitan dan potensi yang sebenarnya ia miliki lama-lama akan berkurang bahkan bisa jadi hilang.
Itulah sebabnya mengapa kita perlu menjadi orang tuanya manusia, karena yang kita didik jugalah manusia. Bukan robot yang bisa melakukan semua perintah namun tak berhati.
Beri kesempatan anak untuk kreatif, meskipun memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya, namun belum tentu rasanya sama manis seperti buah sejenisnya. Jadi tak perlu lagi mengharuskan anak dokter harus jadi dokter, atau anak guru harus jadi guru, siapa tahu dia bisa jadi presiden….

-betapa bahagianya seorang anak, jika ia berada di Sekolahnya Manusia, dan mendapatkan ilmu dai Gurunya Manusia, dan sepulang sekolah yang ada Orangtuanya Manusia, maka kelak ia akan jadi anak yang berhasil- Mr.Munif Chatib.
Di akhir acara Mr Munif menghadiahkan sebuah surat untuk para pendidik.

Assalamu’alaikum
Kepada Pimpinan Sekolah dan guru-guru anakku yang seperti malaikat.
Mestinya tak pantas dan tak cukup kalau kami hanya mengucapkan terikmakasih
Sebab setiap ilmu, setiap kata, dan setiap huruf yang tiap hari diguyurkan kepada anak kami
Tak akan pernah bisa dinilai dengan materi sebanyak apapun.
Bagi kami, guru-guru anakku adalah pahlawan bagi mereka.
Mungkin lewt kami anak kami lahir,
Namu lewat guru-guru anak kami terbentuk sosok dan pola pikirnya.
Selepas TK-B di sekolah ini, percayalah kami tak akan pernah melupakan semua guru di sekolah ini
Yang dari pagi menemani anak kami lahir dan batin.
Sungguh, kami optimis anak kami akan sukses.
Namun selalu kami ingatkan bahwa kesuksesan itu sangat berkaitan dengan kerja guru-guru TK nya.
Sekali lagi, terimakasih meskipun tak akan pernah cukup untuk membalas.

By Siti Mu’awanah (Professional Educator @ TKIT Insan Mulia Semarang)

Mr. Munif Chatib N Me

Mr. Munif Chatib N Me

Jeprat-jepret di Seminar

Jeprat-jepret di Seminar

2 thoughts on “Oleh-oleh Mr Munif Chatib “ Menjadi Orang Tuanya Manusia”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s