Belajar “melihat” dunia dari Adit…,

Adit….begitu orang terdekat memanggilnya. anak laki2 seumuran kelas 4 SD ini memang begitu aktif dalam hal berbicara. ia suka berkenalan dan berbincang  dengan siapa saja. bahkan aku dibuatnya malu saat pertama kali bertemu dengannya. harusnya karena aku yang lebih dewasa ketimbang dia, akulah yang harus lebih dulu menyapa tentu dengan menanyakan namanya, atau bisa di bilang mengajak kenalan dengannya. tapi ini lain, aku sungguh terkesan dengannya sejak awal ketemu. Ia dengan wajah polosnya mengajak terlebih dahulu untuk berkenalan.

yang berbeda lagi dari Adit, ia tak menanyakan namaku bahkan ia langsung bertanya di mana alamatku.

“Amah Siti ya…”

“kog anak ini sudah tahu namaku “gumamku dalam hati.

ternyata indra pendengarannya begitu tajam, cukup mendengar dari orang lain bahwa saya yang datang, dan langsung ia simpan dalam memorinya…ya…tentang namaku.

mungkin orang lain akan berfikir, “ah…itu biasa. yang namanya anak2 pastilah cepat hafal nama orang yang baru dikenalnya”

tapi tunggu dulu…adit yang satu ini sungguh berbeda…ya….dia begitu istimewa.

tak cukup menyapa dengan namaku, ia mulai bertanya di mana rumahku?, lalu aku naik motor apa hari itu?. dan harus ku jawab dengan lengkap merk motor yang kupakai.

“dia penasaran mungkin…” fikirku.

saat aku datang, adit tengah bersiap untuk mengaji. mengaji tiap pekan.

Ia awali dengan Basmallah, kemudian Doa sebelum menuntut ilmu.

menit berikutnya yang kudengar adalah deretan doa-doa harian yang telah adit hafal, dan sungguh…ingatannya begitu tajam.

hadits tentang menjaga kebersihan, larangan makan sambil berdiri, keutamaan sedekah, ia hafalkan dengan mulusnya dibarengi sedikit candaan dari ustadzahnya, karena kadang-kadang Adit sengaja menghafalkan dengan salah agar ia terus menerus menghafalkannya.
“lho ustadzah…doa ketika mendengar petir belum…”

“sudah tadi Adit sayang”

“belum….belum berkali-kali.he…”

adit kemudian terkekeh, gigi-giginya yang kesil terlihat lucu saat ia tertawa.

tak cukup sampai disitu, adit dengan lancarnya menghafalkan Juz Amma. bahkan ketika di minta membaca surat pendek, ia dengan memaksa meminta menghafalkan surat An Naba’. sekali lagi pendengarannya begitu tajam. ia cukup mendengarkan saja sang guru melafadzkan ayat al Qur’an, dan setelah itu ia akan hafal begitu saja.

Adit, memang piawai menghafal al Qur’an, memang jago mengambil hati orang yang baru berkenalan dengannya, dan memang pandai “melihat” keistimewaan dirinya dengan mata hatinya.

Karena adit memang istimewa, Allah memilihnya sebagai manusia istimewa…yang hanya bisa melihat keindahan syurgaNya, tanpa terkotori dengan penglihatan-penglihatan duniawi.

 

dedicated to “Adit“.

“kadang manusia yang bermata normalpun tak dapat mengerti tentang indahnya cinta Allah pada hambaNya, dan kau lebih dulu melihat dengan mata hatimu”

11 thoughts on “Belajar “melihat” dunia dari Adit…,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s