Berburu Kembang api di malam 2011 -2012

_ lagi buka-buka file lama, nemu tulisan ini_

Tulisan ini saya persembahkan ke pada seluruh sahabat-sahabatku supaya tak mengikuti jejakku…….

Sungguh di luar rencana, lebih tepatnya berubah lah rencana awalku.rencanaku diakhir tahun ini  sebenarnya adalah jalan-jalan bersama kawan-kawan wisma. Sekali-kali aku mengikuti a jakan mereka untuk jalan-jalan. Itung-itung berbagi waktu dengan saudari2ku itu, karena dilain waktu kami benar2 hidu p dengan diri kami masing-masing. Kami berencana untuk datang ke sebuah toko jilbab yang setiap akhirtahun mengadakan sale besar2ran. Tentunya itu membuat kami yang notabene adalah akhwat begitu riang gembira untuk bergegas mencicipi promo akhir tahun ini. tapi betapa Allah senantiasa menyiapkan rencana terindahnya. Sore hari itu juga aku mual2, badan terasa berat semua, kaki sulit digerakkan (karena saking lemesnya) dan tubuh tak berdaya. Karena usut punya usut pagi tadi aku baru sampai dari kampung halaman (dengan alasan sudah tidak nyaman dirumah, sejarahnya udara sana sedang dingin2nya karena hujan tak berhenti mengguyur seharian, jadilah berniat segera melarikan diri ke Semarang) dan ternyata dengan alasan capek wira-wiri Wonosobo-Semarang jadilah saya Tepar (bahasa gaulnya Tewas Menggelepar) tak berdaya. Seluruh tenaga habis sudah, dan berbicarapun sudah tak mampu saking lemesnya.

Malam harinya menjadi malam yang sangat panjang bagiku, detik demi detik seakan menyiksa. Seusai solat isya (tak sanggup merapikan mukena) kasur sudah menjadi pilihan utama dan pertamaku. Sontak seisi rumah kaget (karena mbak nya yang satu ini jarang2 jam segitu sudah berdiam diri di kamar) apalagi dengan kondisi belum makan seharian (hanya sarapan pagi, karena tak ada makanan yang bisa masuk lagi). ku paksa tetap memejamkan mata, dalih melupakan rasa sakit yang ada di perut dan kepala yang semakin lama semakin asyik berputar2nya….

Dan pagi harinya kuputuskan cek up di RS Tugurejo, lama nian nunggu dari antri pendaftaran dengan gaya yang tidak biasa, kalo pasien lain bisa nunggu dengan duduk diriku tak kuasa lagi, ah…ga peduli, sambil tiduran di kursi tunggu. Gimana ga tiduran, badan lemes banget ga makan cuma minum teh hangat dan tetap sabar  sampai bisa diperiksa dan akhirnya bisa ketemu dokter.

Alhamdulillah…lega rasanya bisa diperiksa, meskipus sebenarnya berkata saja ga kuat, ya sudah pasrah saja diperiksa Bu Dokter.

“mbak kalo ini udah parah…”

“memang saya sakit apa Bu ?”

“gejala sih typus, tapi kita harus cek laborat. Opname saja ya?”

dan akupun meng-iyakan saja dengan kondisi yang sudah lemah tak berdaya.

setelah temenku yang nganter ber cas-cis-cus dengan pihak rumah sakit, dan akhirnya diputuskan aku dapat ruangan di kelas I (hm… pikir2 juga waktu itu, tapi Cuma ruang itu yang kosong…ah..tak apa yang penting segera bisa beristirahat)

Dengan kursi roda diantarlah diriku kesebuah ruangan yang akan menjadai tempat rehat ku selanjutnya. Dan ternyata tak cukup sehari dua hari aku dirawat.  6 hari aku harus berpasrah dijodohkan sama yang namanya selang infus.  Meski awalnya tubuh ga mau nerima jarum infus (jarum ga mau masuk karena saking dehidrasinya ni pasien…itu kata perawat…) tapi alhamdulillah berhasil juga tu nutrisi ke dalam tubuh.

hari pertama sampai ketiga teman2 kos lah yang bergantian menungguiku (sungguh mereka jadi keluargaku yang paling dekat waktu itu) karena kuputuskan memang untuk tidak mengabarkannya pada ortu, karena jarak semarang dan kota kelahiran yang cukup repot jika mereka harus ke sini. Tapi rencanaku tak berjalan lancar, karena sahabatku tersayang “ukh naya” melaporkan ke ortu juga akhirnya, karena tak tega melihatku tergeletak di RS tanpa keluarga. Dan keluargaku berbondong2 melewati perjalanan panjang dan berakhir dengan suasana haru sekaligus protes dari ibu “kenapa sakit ga bilang-bilang!!!” @_@. Dan hanya kubalas senyuman.he….,

Hari selanjutnya Ibukulah yang setia menemaniku di rumah sakit. Termasuk saat Tahun baru kemarin. Malam yang berbeda memang, tak seperti yang lalu-lalu…di luar kulihat dari jendela kamar orang2 yang sedang berkembang api ria, sedangkan diri ini…tetap terdiam sambil memandang wjah sang Ibu dan ditemani hiasan gemintang di langit.

semoga ini pengalaman yang terakhir…he…

Spesial 4 mi Mom yang setia menjaga anaknya, ukh naya dan segenap keluarga al birru yang sudah bersusahpayah dan selalu mendoakan, dan teman2 Besman  Dpu Dt dan lembaga kampus yang sudah wira-wiri jenguk…, semoga Allah menggantinya dan menghitungnya sebagai amal baik.

Untuk sahabat2 ku dengan sejuta bahkan segunung amanah, tetap jaga kesehatan. Tentunya dengan teratur makan (kata salah satu saudaraku: tubuh juga butuk dijamin hak nya…he…JJJ), banyak makan sayur, yang banyak aktivitas konsumsi  multi vitamin (biar badan enak konsumsi Madu, Habatusauda, minum air putih yang banyak), dan tentunya minta kesehatan dari Allah…..insyaAllah Typus dan sejenisnya maupun kawan2nya akan menghindar dari diri para Aktivis, para pekerja keras, dan manusia2 spesial yang doyan bergerak kesana kemari….hmmm.,

Afwan jika  banyak yang tidak tepat…tulisan ini dibuat dalam nuansa sakit yang masih mewarnai hari  di tambah sedikit bumbu hiburan. Jadi apa yang anda baca bukan bersifat komersill dan hanya sebagai hiburan penulis dan bahan peringatan semata bagi kita semua.

Terimakasih…syukron…matur nuwun…thank you…jazakumullah khairan untuk sahabat-sahabatku semua….

Illa liqo…..salam sehat dan salam semangat untuk kita semua….

 (dari ujung jendela Tugu’s Hospital)

Januari 2012

Masih di Kota Atlas

-Na’imah Awan N

“Bapak Ibu tersayang”

“bersama sahabat2 refresing setelah sakit”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s