Rihlah ASRI BERCAHAYA….

Satu bulan yang lalu di waktu yang sama…..

Kita masih bersama dalam Rihlah (saya menyebutnya perpisahan Besman VII)….

Malam itu ba’da maghrib, semua diharuskan berkumpul di kantor DPU-DT semarang di jl.Dr Wahidin G 08 (lihat alamat dulu…he). rencananya  sholat isya berjama’ah di DT biar keberangkatan Rihlah kami ini tidak kemalaman. Tapi tetap saja mundur waktunya…..

Alhamdulillah…akhirnya setelah menunggu mobil dan segenap penumpangnya, kami berangkat menuju tujuan pertama yaitu ke kota Cilacap Bercahaya. Perjalanan dari semarang sekitar jam 8 dengan 2 mobil (satu mobil untuk ikhwan, dan satu mobil untuk akhwat), lancar dan terkendali (tanpa kemacetan karena malam hari).

Tak menunngu lama sindrom perjalanan jauh pun muncul di mobil akhwat. Ngantuk.com. entahlah di mobil ikhwan terkena sindrom perjalanan jauh ataukah tidak. Sekali waktu tetap saja bangun, sayang sekali jika indahnya suasana malam dengan gemerlap lampu di jalanan dibiarkan begitu saja. Tapi kalau boleh jujur sebenarnya saya bukannya ndak mau tidur tapi tidak bisa tidur…karena apa?…hanya karena sebab kecil, .laju mobil kami yang saling berkejaran (khawatir terpisah ditengah malam) membuatku susah memejamkan mata…..ah….bukannya saya tidak percaya dengan supir.he….(afwan pak teguh) hanya saja karena jarangnya saya naik bis dengan kecepatan tinggi membuat fikiran kemana-mana (berdoa biar cepat sampai…tapi ga sampai2 juga) kulirik teman2 akhwat yang berada di kursi belakang, bersyukur sekali mereka bisa tertidur pulas, karena kebetulan saya duduk di tengah jadilah seluruh jalanan yang dilalui langsung terlihat oleh mata.

Lanjut ke perjalanan…tepat di tengah malam, kami baru sampai di daerah magelang…usut punya usut ternyata kami salah jalur. Jadilah kami serombongan harus balik kembali kejalur awal yang memang membutuhkan waktu lagi (sambil batin…sepertinya waktunya akan mundur lagi).

Pukul 03.30 alhamdulillah kami sampai ditempat tujuan pertama. Di rumah pak wahyu (pembina Besman VII). Karena selanjutnya disubuh hari nanti kami akan segera berbegas menuju masjid agung Cilacap (ndak tahu namanya….) untuk sholat shubuh dan dilanjut menuju pantai teluk penyu untuk menyaksikan Sunrise. Perjalanannya tidak jauh (bisa untuk ma’tsuratan kubro sampai selesai…kira2 segitu lah waktunya.)

Dan Subhanallah…sesampainya disana ternyata…semua gelap…(dalam hati mana pantainya???hitam semua…..) tapi pikiran  itu segera menyingkir karena beberapa langkah di depan  cahaya kemerahan mulai muncul di balik garis batas pantai…bersama angin dan deru ombak yang semakin nyata untuk dinikmati. Diawali dengan duduk-duduk di pinggiran pantai menikmati matahari yang mulai tak malu-malu lagi. Dan akhirnya ombak benar2 berhasil merayu kami, buktinya semua dari kami akhirnya berbasah2 ria juga.(aslinya memang mau basah2an kan????).

Waktu semakin siang, setelah kami berhasil menyusuri hutan2 belantara menuju pantai pasir putih. Tak rugi jalan jauh2, apalagi sebelumnya nyabrang dulu pake perahu kecil yang ternyata muat juga untuk kami semua naik diatasnya. Sempat gugup juga, karena sesampainya di tengah laut ternyata ombak memang sedang tinggi (sebenarnya pengen woro2:”siapa yang ndak bisa renang tunjuk tangan  !!!???”) alhamdulillah semua berjalan baik2 saja hingga kami kembali ke tepian pantai untuk melanjutkan agenda berikutnya.

Agenda berikutnya adalah bakar-bakaran (lebih tepatnya akhwat bakar2 ikan, ikhwan jum’atan).

Dan alhasil entahlah bagaimana rasa ikan bakar hasil chef dadakan (agak gosong2 memang….he….tapi banyak pelajaran karena setelah itu tercetus ide gokil akhwat untuk buka “catering penyet dan ikan bakar”). -Spesial terimakasih untuk Ibunya pak wahyu yang sudah mengawasi kami berbakar2 ria dan berkreasi sesuka hati, tak lupa ukh dewi dan ukh eni yang berhasil dengan ikan bakar dengan teknik manual “pake arang” dan ukh ulfa ukh lasmi yang berusaha keras dengan kompor gasnya-

Siang harinya kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan…

tujuan selanjutnya menuju kota dingin Wonosobo Asri.  Kami sampai sekitar jam 7 malam, berhenti untuk Sholat di Masjid Jami’ Wonosobo, berjalan2 sejenak di alun2, meski sebenarnya mau cari2 oleh2, tapi apa boleh buat toko oleh2 terdekatpun tutup, harapan bisa bawa Carica dan jamur Dieng pun usai sudah (maaf kawan….).

Lanjut perjalanan “naik-naik ke kaki gunung….tinggi-tinggi sekali”. Sebenarnya ada yang saya sayangkan saat perjalaan ini, sayang sekali teman2 belum bisa menyaksikan pemandangan alam yang Allah hamparkan sepanjang jalan menuju kampung saya. Hanya jalanan berliku dan makin lama makin terjal yang dapat dilihat. Hijaunya perkebunan teh dan indahnya pegunungan sudah tertutup gelapnya malam (lain kali mungkin ya….reuni boleh…asalkan siang hari…).

Alhamdulillah sampai rumah juga, kami langsung disambut oleh sergapan angin gunung yang begitu dingin dan memang sangat dingin (menurut saya sih… padahal tanah lahir sendiri). Tapi tak apalah, setidaknya meski teman2 kedinginan, acara tuker kado kita terlaksana juga meski dengan sedikit eyel2lan sistem muternya…entah kenapa….(yang penting semua dapat…)

Acara berakhir sekitar pukul 11. Kami beristirahat untuk selanjutnya bagun kembali pukul 2 dan melanjutkan perjalanan. Meski akhirnya kami pulang pukul 3 dari rumah namun alhamdulillah bisa sampai semarang di pagi harinya.

Dan itulah perjalanan kebersamaan kita yang terakhir…ya…karena dengan begitu maka berakhir pula kebersamaan kita dengan status Besman DPU DT.  Sudah waktunya untuk digantikan memang.

Sejatinya kita tidaklah berpisah, hanya memperlebar lingkaran kebermanfatan kita untuk orang lain. Dengan tempat yang berbeda, dan waktu yang tak sama…

Thanks to Allah….yang sudah memberikan banyak pelajaran dalam “kampus kehidupan”. Dan teman2 semua yang sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi sesama.

Untuk Akh Zainudin yang mau ke luar Jawa untuk “mendulang pundi2 kebaikan disana” semoga selalu dalam lindungan Allah, untuk Ukh Eni dan Ukh Lasmi yang sedang KKN semoga semakin bisa belajar bagaimana berkhitmat di masyarakat, untuk Akh Hanafi yang meminta do’a semoga Allah memudahkan antum, untuk Ukh Dewi yang semakin banyak amanah dan praktiknya yang sabar ya.., untuk ukh ulfa yang belum nampak kabarnya lagi…anti di mana?, untuk akh dimas yang bergelut dengan “lahan hijaunya” semoga bisa memanen dengan indahnya, untuk akh anton yang sibuk dengan tulisan-tilisan peradaban, dan untuk pak wahyu yang dengar2 mau balik ke Cilacap bercahaya semoga Allah slalu menuntun di jalan terbaikNya.

Semoga Allah senantiasa memberikan rahmahNya dan menuntun kita menjadi orang2 yang beriman dan menjadi sebaik-baik manusia.

Terimakasih untuk semua pengalaman2 dan inspirasinya.

Pesma Al Birru, 5 April 2012

Na’imah Awan

Masih di Kota Atlas

(mengawali perpisahan BESMAN ANGKATAN VII)

“Sunrise di kota Bercahaya”

“menanti Matahari meninggi di tepian pantai”

“menyusuri hutan belantara”

“merekam jejak di pasir putih”

4 thoughts on “Rihlah ASRI BERCAHAYA….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s