Manusia berbayang hitam

Ternyata kepahitan itu datang kembali
Luka yang masih setia kuobati terpaksa terkena perih
Guyuran garam yang tak terhelakkan
Begitu perih…namun tak ada yang ketahui…apalagi peduli
Sudah kuputuskan saat itu…aku memilih terbang
Karena daratan begitu membahayakanku
Tapi apa yang terjadi kemudian?
badai Seakan siap menghantamku
Bukan yang kulihat
Namun yang berlari di belakangku
Tak mau nampak….dan itulah yang aku tak tahu

Biarlah saja…
Seharusnya….
Karena hidupku bukanlah ditangan manusia
Yang seakan memaksaku melakukan apa yang ia mau
Karena aku tahu dimana jalan hidupku
Yaitu dalam suratan takdirNya…

-Na’imah Awan-
Pesma Al-Birru 19.57 pm
071010
Saat luka itu kembali terdengar di telingaku
Kebebasan berawal dari keberanian yang benar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s