ya Rabb…haruskah ku bersabar

hari-hari ini bukan seperti hari-hari lalu
waktupun seakan mengejarku
menghimpitku dari berbagai sudut
dari depan..
dari belakang…
dari kanan…
dan dari kiri setiap gerak jalanku
kini ysng tersisa hanyalah aku yang terbujur pilu
di pojok kesepian yang memberi sedikit celahpun untukku bernafas
atau melihat dunia dati satu titik….

aku bertanya pada kegelapan
yang ada hanyalah ia yang makin diam

aku bertanya pada debu yang beterbangan
ia hanya melewatiku membawa kesobongannya…

aku tersujud berurai air mata
seketika mulutku bertanya pada Sang Pemilik Jiwa

Ya Rabb…haruskah aku bersabar

semua masih tetap sama…

tapi tunggu…
aku baru tersadar jika sedari tadi kelopak mataku tak kubuka
mungkin ia tak berani menatap dunia…

hingga aku benar-benar memberanikan diri untuk membukanya

dan kulihat betapa cahaya itu mulai terlihat setitik
dan mulai berubah kian terang…..

-jejak AWAN-

tak ada sesuatupun yang instan, maka jika kau mengharapkan bahagia bukankah kau harus mengawalinya dengan merasakan kepedihan terlebih dahulu???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s