Karena warna-warni itu adalah “PUTIH”

Tag

, ,

 

masih ingatkah kau..

saat kau tanyakan “apa warna kesukaanmu?”

maka ku jawab “hijau”

mengapa hijau?

karena indahnya syurga tergambarkan dengan kehijauannya….sungainya…dan tamannya.
bukankah menyegarkan, hijau?

lalu di lain waktu kau tanyakan kembali,

apa warna kesukaanmu?

“biru…”

mengapa?

karena indahnya awan hanya bisa kita lihat jika terhias dalam birunya langit, dan bukankah luasnya lautan juga tergambar dari bebiruan alam?

ah…kau tak tahu

jika kini aku suka “ungu”

mengingat “ungu” bagai mengulang kembali masa lalu, ungu bagaikan kelembutan dan keanggunan…

jadi apa warna kesukaanmu? (masih saja kau bertanya)

baiklah ku jawab….

aku betul-betul menyukai “putih”

karena kau tahu, warna-warni pelangipun berawal dari putih………….

 

Siti Mu’awanah

23:32 pm @kota atlas

(insomnia)

Kerja (saja) atau Kuliah lagi

Tag

, ,

Gambar

 

“kalo udah lulus mau kemana?

“setelah wisuda pulang rumah trus ngajar di kampung halaman ya?”

atau

mau kemana ya????

mungkin pertanyaan-pertanyaan itu pernah mampir ke telinga kita, atau setidaknya pernah keluar dari suara2 orang terdekat setelah kita lulus. ternyata tak mudah juga menjawabnya, apalagi jika di semester-semester akhir kita belum mempersiapkan pilihan-pilihan kita selanjutnya setelah gelar sarjana di tangan. alhamdulillah saat itu sebelum ijazah S1 di tangan , saya sudah mulai bekerja di sebuah sekolah swasta sebagai tenaga pendidik. saat itu yang terlintas difikiran saya adalah kelak seusai saya lulus saya harus sudah mendapatkan pekerjaan di kota atlas ini. karena memang niatan saya waktu itu adalah menetap di Semarang, entah untuk sementara waktu ataukah sementahun waktu. yang jelas masih banyak hal yang ingin saya lakukan di kota atlas ini.,

termasuk saat ini, setelah selesai memaanfaatkan 4 tahun sebagai mahasiswa, ternyata saya merindukan kembali saat-saat jadi mahasiswa (lagi). niatan (tepatnya mimpi) untuk kuliah lagi akhir-akhir ini muncul kembali, setelah beberapa waktu lalu buka2 lagi catatan masa lampau tentang episode perjalanan hidup.

kuliah sudah lulus, wisuda sudah, kerja juga alhamdulillah. dan bukan berarti tidak merasa cukup. tetapi tepatnya masih haus akan ilmu. karena bagi saya, sepanjang waktu adalah detik2 berharga untuk menyerap ilmu. dari manapun dan dari siapapun. Dan saat ini, dalam waktu dekat ini saya benar2 sedang berusaha penuh untuk bisa masuk kuliah lagi di pascasarjana, nguras dompet buat les Toefl, trus buka2 buku TPA juga. Dan kedepannya nunggu tes dan ngejar deadline (lagi) buat benar2 bisa masuk ke pascasarjana.

ah….bagiku semua mimpiku ini hanyalah satu langkah saja, dan Allahlah yang kan menunjukkan jalan terbaikNya. Yakin.

10 Feb 2013

-malam sunyi di Kota Atlas-

Home Alone…,

Tag

, ,

kursi kesepian
Sendiri itu,
jika kau membuka ranselmu lalu ada kunci rumah di dalamnya
sendiri itu,
jika kau membuka pintu kamar, semua masih tampak rapi bak sediakala

hari ini usai menemani anak-anak berenang di water boom Bonbin Mangkang.,
ramai…tapi itu tadi. kalo sekarang sendirilah diri ini. di kosan yang lumayan gede, tapi home alone lagi.
entahlah….aku merasa tak nyaman jika harus berada dikosan sendirian. berada sendirian diantara mahasiswa2 yang pada pulkam karena liburan (Eks-Mahasiswa yang masih betah dikosan mahasiswa). ceritanya, ni memang hampir mau persis “film home alone”. tahu kan? yang aktornya anak kecil ketinggalan di rumah plus dengan maling-malingnya. nah…di sini juga sama. ada maling yang suka sliweran (bawaaannya suudzan). dulu bertahun yang lalu di tahun 2010 “mas tak diundang” -red maling, berhasil membawa 1 unit laptop dari kosan kami. kala itu periwtiwa terjadi jam 12 malam, waktu tidur pules memang. dan kamipun tak melihat sipelakunya, hanya 1 orang yang lihat waktu itu yaitu si empunya laptop yang hilang, namun karena waktu itu dia kaget, jadi dia hanya sempat diam bermenit2 baru selanjutnya menghubungi diriku yang berada di kamar seberang.
“mba, ada laki-laki masuk kamarku” katanya dengan suara agak parau.
seketika itu saya langsung bersiap diri dan keluar kamar. beberapa dari anggota kosan kubangunkan, dan hanya beberapa yang berani keluar kamar.
tapi sayang, beyangan telah jauh hilang. yang kutemukan hanyalah 2 buah jejak kaki penuh tanah.
sejenak kulihat keadaan kamar adik kosan, dan ternyata benar dugaanku. “mas tak diundang” tadi berhasil membawa laptop beserta tasnya, terkecuali charger yang masih tertinggal di lantai.
ah….betapa suram hari2 setelah nya. siang menjadi hari yang dinanti, setidaknya jikapun ada orang yang berani masuk kita tetap bisa melihat wajahnya. namun malam, benar2 menghadirkan kegelapan, mengingatkan kembali peristiwa yang tlah lalu itu.,

hari ini diriku “home alone” (lagi), tetap berharap dalam do’a agar Ia selalu memberikan penjagaanNya pada ku.,

Oleh-oleh Mr Munif Chatib “ Menjadi Orang Tuanya Manusia”

Tag

,

Pernah dengar nama Mr. Munif Chatib, bagi yang berkecimpung di dunia pendidikan pasti pernah mendengar nama beliau. Beliau adah salah satu pakar pendidikan berbasis Multiple Intellligences (kecerdasan ganda/majemuk).
Beberapa hari yang lalu saya pergi bersama teman-teman guru ke sebuah Seminar Motivasional. Meskipun seminar tersebut bertemakan “menjadi orang tuanya manusia” , tidak memadamkan niatan kami untuk ikut acara tersebut. Yah, meskipun masih singgle, kami-kami ini kan juga orang tuanya anak-anak di sekolah. Jadi tak ada ruginya kami mengambil ilmu dari seminar parenting ini.
Sebenarnya sudah sejak satu tahun yang lalu saya gemar membaca buku karya Mr Munif, tetapi tetap saja saya merasa takjub ketika mendengar penuturan Mr. Munif bahwa setiap anak adalah bintang, dan apapun yang ada pada diri anak semuanya adalah kelebihan. Dan sungguh, semua anak dalam teori Multiple intelligences adalah cerdas. Karena menurut paman Howard Gardner yang me re-definisikan arti kecerdasan –KECERDASAN adalah KEBIASAAN, perilaku yang diulang-ulang -.
Dan tahukah bahwa kecerdasan itu tidak ada hubungannya dengan hasil angka?.
Seperti yang sering kita dengar, atau bahkan sering kita ucapkan “ Si A pinter ya, Matematikanya selalu 90”, atau orang tua yang selalu memarahi anaknya ketika pembagian raport tiba “nak, kenapa nilai matematikamu/ipa kamu selalu merah” (padahal bisa jadi nilai mapel lain jauh lebih baik).
ah…jangan2 kita selama ini menjadi orang tua yang selalu berkonsentrasi pada kekurangan anak.
Contoh lain , Seorang anak dengan hasil belajar menggambar 95 namun sains/matematika selalu di bawah KKM. Apa kira2 yang akan dilakukan orang tua?. Bisa ditebak, sebagian dari orang tua pasti akan mendaftarkan anaknya untuk les sains/matematika. Betul begitu?
Nah ini dia yang disebut mengubur potensi, dan memaksakan persepsi. Mungkin menurut orang tua anaknya akan disebut cerdas jika nilai sainsnya bagus, namun ia lupa bahwa sebetulnya anaknya sudah memiliki kecerdasan, yaitu cerdas gambar atau Inteligensi ruang-visual (Spatial intelligence ). Alhasil biasanya anak tetap mengalami kesulitan dan potensi yang sebenarnya ia miliki lama-lama akan berkurang bahkan bisa jadi hilang.
Itulah sebabnya mengapa kita perlu menjadi orang tuanya manusia, karena yang kita didik jugalah manusia. Bukan robot yang bisa melakukan semua perintah namun tak berhati.
Beri kesempatan anak untuk kreatif, meskipun memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya, namun belum tentu rasanya sama manis seperti buah sejenisnya. Jadi tak perlu lagi mengharuskan anak dokter harus jadi dokter, atau anak guru harus jadi guru, siapa tahu dia bisa jadi presiden….

-betapa bahagianya seorang anak, jika ia berada di Sekolahnya Manusia, dan mendapatkan ilmu dai Gurunya Manusia, dan sepulang sekolah yang ada Orangtuanya Manusia, maka kelak ia akan jadi anak yang berhasil- Mr.Munif Chatib.
Di akhir acara Mr Munif menghadiahkan sebuah surat untuk para pendidik.

Assalamu’alaikum
Kepada Pimpinan Sekolah dan guru-guru anakku yang seperti malaikat.
Mestinya tak pantas dan tak cukup kalau kami hanya mengucapkan terikmakasih
Sebab setiap ilmu, setiap kata, dan setiap huruf yang tiap hari diguyurkan kepada anak kami
Tak akan pernah bisa dinilai dengan materi sebanyak apapun.
Bagi kami, guru-guru anakku adalah pahlawan bagi mereka.
Mungkin lewt kami anak kami lahir,
Namu lewat guru-guru anak kami terbentuk sosok dan pola pikirnya.
Selepas TK-B di sekolah ini, percayalah kami tak akan pernah melupakan semua guru di sekolah ini
Yang dari pagi menemani anak kami lahir dan batin.
Sungguh, kami optimis anak kami akan sukses.
Namun selalu kami ingatkan bahwa kesuksesan itu sangat berkaitan dengan kerja guru-guru TK nya.
Sekali lagi, terimakasih meskipun tak akan pernah cukup untuk membalas.

By Siti Mu’awanah (Professional Educator @ TKIT Insan Mulia Semarang)

Mr. Munif Chatib N Me

Mr. Munif Chatib N Me

Jeprat-jepret di Seminar

Jeprat-jepret di Seminar

Keutamaan Membaca Al Qur’an (Resep Obat Hati)

anak-baca-quran

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: H Otong Surasman SQ MA
 
Alquran Al-Karim adalah pedoman hidup umat manusia, walaupun yang mengambil manfaat hanyalah orang-orang yang bertakwa (QS al-Baqarah [2]: 2). Begitu banyak hikmah dari memperbanyak membaca Alquran.

Pertama, mendapatkan pahala yang sangat banyak, di mana satu huruf diberi balasan dengan sepuluh kebajikan, sebagaimana diriwayatkan oleh Iman At-Tirmidzi dalam sebuah hadits Rasulullah SAW. Kita tahu bahwa seluruh Alquran, menurut sebuah literatur berjumlah 325.015 huruf, yang berarti satu kali khatam Alquran mendapatkan nilai pahala kebajikan kelipatan sepuluh, yakni 3.250.150.

Tentu untuk meraihnya, kita harus berusaha memperbanyak membaca Alquran. Baik sebulan sekali, dua bulan sekali, atau bahkan tiga bulan sekali. Bahkan banyak di antara ulama Alquran yang mampu mengkhatamkan Alquran setiap seminggu sekali.

Kedua, Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang selalu membaca Alquran, mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab Alquran dan Allah merendahkan kaum yang lainnya (yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Alquran).” (HR Bukhari).

Secara logika dapat kita pahami, mengapa orang-orang yang membaca dan mempelajari isi kandungan Alquran dan berusaha mengamalkannya diangkat derajatnya oleh Allah SWT? Orang-orang yang membaca Alquran berarti orang-orang yang selalu dekat dengan Allah, bahkan membaca Alquran merupakan bercakap-cakap dengan Allah SWT.

Ketiga, mendapatkan ketengan jiwa atau hati yang sangat luar biasa, di mana setiap ayat Alquran yang dibacanya akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman bagi para pembacanya. Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82, Alquran diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga para pembaca Alquran, bahkan orang yang mendengarkan bacaannya mendapat pula ketenangan jiwa.

Keempat, mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat. Hal ini dijelaskan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. “Bacalah Alquran oleh kamu sekalian, karena bacaan Alquran yang dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti.”

Maka perbanyaklah membaca Alquran ketika nafas masih menyertai kita dan denyut jantung masih bergerak, karena bacaan Alquran akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti, dikala manusia banyak yang sengsara dan menderita.

Kelima, akan terbebas dari aduan Rasulullah SAW pada hari Kiamat nanti, di mana ada beberapa manusia yang diadukan Rasulullah SAW pada hari Kiamat dihadapan Allah SWT.

Jadi, perbanyaklah membaca Alquran, luang waktu sisa-sisa kehidupan yang Allah berikan untuk memperdalam ajarannya. Jangan disia-siakan, karena Alquran akan mengantarkan kemudahan kita ketika menghadap Allah SWT (sakaratul maut).

copas dari: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/07/23/m7luhc-inilah-5-keutamaan-membaca-alquran

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.